ANALISIS TINGKAT SERANGAN KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros) PADA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) FASE TBM II SEBELUM DAN SESUDAH APLIKASI INSEKTISIDA MARSHAL (KARBOSULFAN)

Authors

  • Hartini Politeknik LPP Yogyakarta
  • Siska Septiana Politeknik LPP Yogyakarta
  • Ramses Harianja Politeknik LPP Yogyakarta
  • Gilang Samudera Politeknik LPP Yogyakarta
  • M. Shahid Politeknik LPP Yogyakarta
  • Aprilian Wijaya Politeknik LPP Yogyakarta
  • Gilang Pangestu Politeknik LPP Yogyakarta
  • Ivan H. Togatorop Politeknik LPP Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.47199/jae.v10i1.457

Keywords:

carbosulfan, oil palm, rhinoceros beetle, pest control, immature phase

Abstract

Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) merupakan salah satu hama penting pada tanaman kelapa sawit fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM II) karena menyerang titik tumbuh dan dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat serangan hama sebelum dan sesudah aplikasi insektisida Marshal berbahan aktif karbosulfan. Penelitian dilakukan di Kebun Kalinta Dua PT Padasa Enam Utama pada 18 blok tanaman kelapa sawit tahun tanam 2023. Pengamatan dilakukan pada Februari 2025 sebelum pengendalian dan Mei 2025 sesudah pengendalian. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan dilanjutkan dengan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan nyata tingkat serangan sebelum dan sesudah pengendalian. Secara deskriptif, tingkat serangan menurun dari sekitar 8–9% menjadi 2–3% setelah aplikasi insektisida. Hasil ini menunjukkan bahwa insektisida Marshal berbahan aktif karbosulfan efektif dalam menekan serangan Oryctes rhinoceros pada kelapa sawit fase TBM II. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bedford, G. O. (2014). Advances in the control of rhinoceros beetle, Oryctes rhinoceros in oil palm. Journal of Oil Palm Research, 26(3), 193–204. EPA (Environmental Protection Agency). (2018). Carbosulfan: Human Health Risk Assessment. Washington DC: US EPA.

Lubis, Rustam Efendi dan Agus Widanarko, (2011). Buku Pintar Kelapa Sawit. Jakarta: Agromedia Pustaka Cet.1

Pahan, I. (2022). Panduan Lengkap Kelapa Sawit: Manajemen Agribisnis dari Hulu ke Hilir. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sitinjak, S. E. (2018). Uji Efektivitas Jamur Entomopatogen Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana terhadap Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) pada Chirop Batang Kelapa Sawit (Skripsi). Universitas Medan Area, Medan.

Susanto, A., & Prasetyo, A. E. (2019). Kerusakan titik tumbuh akibat serangan Oryctes rhinoceros dan pengaruhnya terhadap produksi kelapa sawit. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 27(2), 101-113.

Ware, G. W., & Whitacre, D. M. (2004). The Pesticide Book (6th ed.). Willoughby: MeisterPro.

Zakaria, A., Shah, B., Rafie, A., & Jalinas, J. (2024). Effectiveness of selected chemical insecticides in controlling RPW within the coconut palm trunk. Evaluation including carbosulfan vs cypermethrin and acephate. Agriculture, Forestry and Fisheries, 8(4), 89–94.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Hartini, Siska Septiana, Ramses Harianja, Gilang Samudera, M. Shahid, Aprilian Wijaya, Gilang Pangestu and Ivan H. Togatorop (2025) “ANALISIS TINGKAT SERANGAN KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros) PADA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) FASE TBM II SEBELUM DAN SESUDAH APLIKASI INSEKTISIDA MARSHAL (KARBOSULFAN)”, Jurnal Agro Estate, 10(1), pp. 88–96. doi: 10.47199/jae.v10i1.457.

Issue

Section

Artikel