PENETAPAN KADAR AIR TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN KAITANNYA TERHADAP KETERSEDIAAN AIR TANAMAN
DOI:
https://doi.org/10.47199/jae.v10i1.445Keywords:
Kelapa Sawit, Kadar Air Tanah, Ketersediaan Air, Manajemen Tata AirAbstract
Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan dengan kebutuhan air yang tinggi, di mana stabilitas kadar air tanah menjadi parameter krusial bagi keberhasilan fisiologis tanaman. Namun, keragaman agroekosistem seringkali menyebabkan fluktuasi ketersediaan air yang dapat memicu cekaman abiotik dan menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penetapan kadar air tanah pada berbagai tipe lahan perkebunan kelapa sawit serta mengkaji kaitannya terhadap ketersediaan air bagi tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap 20 referensi ilmiah yang mencakup jurnal penelitian dan buku teks fundamental ilmu tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa penetapan kadar air tanah pada lahan gambut sangat bergantung pada manajemen tinggi muka air (TMA), di mana kedalaman 40-60 cm merupakan level optimal untuk mencegah defisiensi hara dan kekeringan pelepah. Pada lahan mineral, faktor kemiringan lereng (topografi) dan fraksi tekstur liat secara signifikan menentukan kapasitas retensi air di zona perakaran. Selain itu, alih fungsi lahan dari persawahan terbukti meningkatkan pemadatan tanah yang berdampak pada perubahan dinamika infiltrasi air. Strategi teknologi penginderaan jauh dan intervensi biologis melalui mikoriza diidentifikasi sebagai langkah efektif dalam mengoptimalkan status air tanaman di lahan marginal. Kesimpulannya, penetapan kadar air tanah yang akurat melalui monitoring spasial dan tata air yang terkendali merupakan kunci utama dalam menjamin ketersediaan air yang berkelanjutan bagi tanaman kelapa sawit di berbagai tipe lahan
Downloads
References
Adrinal, Saidi, A., Gusmini, Wulandari, R. D., & Putri, E. L. (2016). Ketersediaan Air Tanah Pada Lahan Kelapa Sawit Yang Dikonversi Dari Lahan Sawah Di Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Tanah Dan Lingkungan, 18(2), 53–59.
Ardiyanto, A., Murtilaksono, K., Wahjunie, E. D., & Sutandi, A. (2021). Pengaruh Komponen Neraca Air Terhadap Produktivitas Kelapa Sawit Pada Berbagai Jenis Tanah: Studi Kasus Di Kalimantan Tengah Dan Barat. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 29(1), 11–20.
Darlita, R. R., Joy, B., & Sudirja, R. (2017). Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah Terhadap Peningkatan Produksi Kelapa Sawit pada Tanah Pasir di Perkebunan Kelapa Sawit Selangkun. Jurnal Agrikultura, 28(1), 15–20.
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2016). Naskah / Manuscript Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Kementerian Pertanian.
Harahap, F. S., Purba, J., & Rauf, A. (2021). Hubungan Curah Hujan dengan Pola Ketersediaan Air Tanah terhadap Produksi Kelapa Sawit
(Elaeis guineensis Jacq) di Dataran Tinggi. Jurnal Agrikultura, 32(1), 37–42.
Haryanto, R. J., Suryadi, U. E., & Krisnohadi, A. (2024). Korelasi Kadar Air Tanah Lapangan Dan Kedalaman Muka Air Tanah Pada Zona Riparian Kebun Raya Sambas. Jurnal Sains Pertanian Equator, 13(2), 1–10.
Hermawan, B., Aisyah, M., & Purba, T. D. W. O. (2019). Hubungan Kemiringan Lahan dengan Kadar Air Tanah dan Tampilan Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan. Seminar Nasional Dies Natalis UNS Ke-43, 3(1), 444–451.
Powa, M. R. S. (2025). Dampak Ekspansi Perkebunan Sawit Terhadap Kualitas dan Kuantitas Air Tanah : Tinjauan Kritis pada Sifat Fisika Tanah. 23–29.
Puspitorini, P., & Iqbal, G. P. (2020). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Penerbit Mitra Cendekia Media.
Raharjo, S., Kumorotomo, Wahyudi, Julia, Madarina, Pertiwiningrum, Ambar, Masyhuri, Maksum, Mochammad, Purnomo, & Baiquni, M. (2023). Pangan berdaulat, generasi sehat, bangsa bermartabat. Gadjah Mada University Press.
Safriani, M., Yulianur, A., & Azmeri. (2016). Analisis Pengaruh Intersepsi Lahan Kelapa Sawit terhadap Ketersediaan Air di Kabupaten Nagan Raya (Studi Kasus pada Sub DAS Krueng Isep). Jurnal Teknik Sipil, 23(2), 143.
Salam, A. K. (2020). Ilmu Tanah (Edisi ke-2). Global Madani Press.
Salam, A. K. (2023). Pengantar Ilmu Kimia Tanah. Global Madani Press.
Siallagan, E. J., Wawan, & Nelvia. (2021). Hubungan Perbedaan Tinggi Muka Air Terhadap Kadar Cu dan Zn Daun Serta Pertumbuhan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Lahan Gambut. Jurnal Solum, 18(1), 12–22.
Sofiyati, E., Nusantara, R. W., & Gafur, S. (2026). Potensi Spora Mikoriza Vesikular Arbuskular Pada Lahan Tanaman Kelapa Sawit Yang Berbeda Umur Di Desa Sungai Ambangah Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Sains Pertanian Equator.
Suryadi, U. E., Chandra, T. O., & Krisnohadi, A. (2023). Analisis Debit Aliran dan Muka Air Tanah pada Lahan Gambut Kebun Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pedontropika, 9(2), 45–52.
Tarigan, Y. P., Fortunata, S. W., Latifatuskriah, Nst, A. R., & Saputra, M. R. (2025). Analisis Kadar Air Tanah Dalam Mendukung Pertumbuhan Kelapa Sawit di Kebun PTPN IV Sei Karang. Pandawara, 8(2), 118–125.
Winarna, Farrasati, R., & Susanto, A. (2020). Pengaruh Fluktuasi Muka Air Tanah Terhadap Pelepah Bawah Mengering (Low Frond Desiccation) Kelapa Sawit Di Lahan Gambut Labuhan Batu, Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 28(2), 85–98.
Zauhairah, S. F., Barus, B., Wahjunie, E. D., Tjahjono, B., & Murtadho, A. (2022). Penentuan Pemetaan Kadar Air Tanah Optimal Pada Lahan Perkebunan Kelapa Sawit (Studi Kasus: Kebun Cikasungka, PT Perkebunan Nusantara VIII, Cimulang, Bogor). Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 9(2), 447–456.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Agro Estate

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



















