DETERMINAN NILAI TUKAR PETANI CABAI MERAH DI PROVINSI SUMATERA UTARA

Nilai Tukar Petani Cabai

Authors

  • Ira Apriyanti Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Muhammad Zulfiqi Umri Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.47199/jae.v9i2.362

Keywords:

Nilai Tukar Petani, Cabai Merah, Produksi, Luas Panen, Harga, Sumatera Utara

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) cabai merah serta menguji pengaruh produksi, luas panen, dan harga terhadap NTP di Provinsi Sumatera Utara. NTP digunakan sebagai indikator kesejahteraan karena mencerminkan kemampuan petani menukar hasil usahatani dengan barang dan jasa yang dibutuhkan untuk konsumsi maupun produksi. Provinsi Sumatera Utara dipilih karena merupakan salah satu sentra utama cabai merah nasional dan pada saat yang sama menghadapi fluktuasi produksi dan harga yang cukup tajam. Penelitian menggunakan data sekunder deret waktu bulanan periode 2018–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda setelah model memenuhi asumsi normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTP cabai merah cenderung meningkat dari 98,10 pada 2018 menjadi 129,02 pada 2024 sehingga rata-rata petani berada pada kondisi surplus. Secara simultan produksi, luas panen, dan harga berpengaruh signifikan terhadap NTP dengan nilai adjusted R² sebesar 0,635. Secara parsial ketiga variabel signifikan pada taraf nyata 5%; kenaikan produksi dan harga memperbaiki NTP, sedangkan perluasan luas panen yang tidak diikuti pengaturan output berpotensi menekan NTP. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen produksi, stabilisasi harga, dan dukungan kebijakan agar peningkatan output benar-benar terkonversi menjadi perbaikan kesejahteraan petani cabai merah di Provinsi Sumatera Utara.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agribisnis, P., Pertanian, F. dan Kuala, U.S. (tanpa tahun). Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar petani dan perkembangannya di Provinsi Aceh.

Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Hortikultura Indonesia 2021. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. (2023). Statistik Nilai Tukar Petani Provinsi Sumatera Utara Semester II 2023. Medan: BPS Sumatera Utara.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. (2024). Statistik Nilai Tukar Petani Provinsi Sumatera Utara Semester II 2024. Medan: BPS Sumatera Utara.

Badan Pusat Statistika. (2024). Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara 2019–2023. Medan: BPS Sumatera Utara.

Bappenas. (2013). Analisis Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai Bahan Penyusunan RPJM 2015–2019. Jakarta: Direktorat Pangan dan Pertanian, Bappenas.

Chairia, Salmiah dan Sihombing, L. (2010). Analisis permintaan dan penawaran cabai merah di Provinsi Sumatera Utara. Journal of Agriculture and Agribusiness Socioeconomics, 5(1), 1–12.

Eliyatiningsih, E. dan Mayasari, F. (2019). Efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani cabai merah di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Jurnal Agrica, 12(1), 7–15.

Fahmi, M. (2023). Analisis ketersediaan dan kebutuhan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Ghozali, I. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Kementerian Pertanian. (2016). Outlook Cabai 2016. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.

Kolibu, M.F.I., Nainggolan, N. dan Langi, Y.A.R. (2024). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi harga cabai merah di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara menggunakan analisis regresi linear berganda. Jurnal MIPA, 13(1), 32–36.

Liska, N.I. dan Masithoh, S. (2023). Analisis nilai tukar petani cabai (Capsicum annuum L.) dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada masa pandemi Covid-19. Jurnal Agribisains, 9(1), 61–67.

Mukhdar, M., dkk. (2014). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi harga komoditas pertanian. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan, 15(2), 145–156.

Mulyana, R.G., Istiqomah, I. dan Fauzi, P. (2024). Faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar petani di 10 provinsi dengan peran sektor pertanian tertinggi 2010–2020. SEPA, 21(1), 78–90.

Naura, A. dan Riana, F.D. (2018). Dampak perubahan iklim terhadap produksi dan pendapatan usahatani cabai merah. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 2(2), 147–158.

Nachrowi, N.D., Usman, H. dan dkk. (2006). Ekonometrika: Untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI.

Nirmala, A., Hanani, N. dan Muhaimin, A. (2016). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar petani tanaman pangan di Kabupaten Jombang. Habitat, 27(2), 66–71.

Oktaviani, S., Rofatin, B. dan Nuryaman, H. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar petani subsektor hortikultura di Indonesia tahun 2014–2018. Jurnal Agristan, 3(1), 44–53.

Purnomo, D. dan Savikri, N. (2021). Pengaruh luas panen, produktivitas dan harga tanaman tebu terhadap kesejahteraan hidup petani tebu di Indonesia. Journal of Economics Research and Policy Studies, 1(2), 78–90.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. (2024). Analisis Kinerja Perdagangan Cabai Merah. Volume 14(1). Jakarta: Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.

Rezi Abdurrahman dan Hakim, L. (2021). Analisa nilai tukar petani di Provinsi Riau. Kompak: Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi, 14(2), 383–393.

Riyadh, M.I. (2015). Analisis nilai tukar petani komoditas tanaman pangan di Sumatera Utara. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 6(1), 17–32.

Sa, H., Widyastuti, D.E. dan Mazwan, M.Z. (2024). Analisis faktor yang memengaruhi fluktuasi nilai tukar petani cabai merah (Capsicum annuum L.) di Jawa Barat. Mimbar Agribisnis, 10(1), 976–983.

Santoso, S. (2002). Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Sinaga, W.A.L., Sumarno, S. dan Sari, I.P. (2022). The application of multiple linear regression method for population estimation in Gunung Malela District. JOMLAI, 1(1), 55–64.

Syekh, S. (2013). Peran nilai tukar petani dan nilai tukar komoditas dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani padi di Provinsi Jambi. Jurnal Bina Praja, 5(4), 253–260.

Syifa Aulia, S., Sulistiyo Rimbodo, D. dan Ghafur Wibowo, M. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar petani (NTP) di Indonesia. JEBA, 6(1), 44–59.

Tenriawaru, A.N., Arsyad, M., Amiruddin, A., Viantika, N.M. dan Meilani, N.H. (2021). Analisis dan determinan nilai tukar petani tanaman pangan di Provinsi Sulawesi Selatan. AGRITEXTS, 45(2), 146–160.

Yacoub, Y. dan Mutiaradina, H. (2020). Analisis kesejahteraan petani dan kemiskinan perdesaan di Indonesia. Prosiding Seminar Akademik Tahunan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, 2017, 92–105.

Yudha, E.P. dan Vanessa, G.C. (2022). Analisis kinerja ekspor cabai hijau di Indonesia. Jurnal Apresiasi Ekonomi, 10(3), 340–345.

Downloads

Published

2026-01-05

How to Cite

Apriyanti, I. and Muhammad Zulfiqi Umri (2026) “DETERMINAN NILAI TUKAR PETANI CABAI MERAH DI PROVINSI SUMATERA UTARA: Nilai Tukar Petani Cabai”, Jurnal Agro Estate, 9(2), pp. 63–71. doi: 10.47199/jae.v9i2.362.